Unik, Museum Patah Hati Mengubah Sakit Hati Menjadi Karya Seni

Apa yang akan terjadi ketika dua hati tak bisa disatukan kembali? Sebagian orang membuang barang-barang yang pernah diberi oleh dia yang pernah menjadi belahan hati, sebagian membakarnya, sebagian memberikan kepada orang lain, agar bayang-bayangnya hilang dari ingatan. 

Muesum Patah Hati (Broken Relationship Muesum) ini hadir untuk Anda yang sedang patah hati. Anda tidak perlu lagi membuang barang-barang yang diberi oleh dia yang telah pergi dari hidupmu. Donorkan saja ke museum Patah Hati ini. 
Website Museum of Broken Relationship; www.brokenship.la

Ketika produser film Kroasia, Olinka Vistica dan artis Drazen Grubisic putus cinta setelah berpacaran selama 4 tahun, mereka bingung bagaimana dengan barang-barang pemberian mereka selama empat tahun kebersamaan mereka.

Bukannya membuang harta karun dari pujaan hati mereka yang telah pergi dan juga kenangan-kenangan yang menempel kepada barang-barang itu, kedua insan ini justru memutuskan untuk membuka Muesum Patah Hati.

Museum ini memamerkan barang-barang yang didonasikan oleh keduanya, termasuk judul, lamanya pacaran, lokasi, dan kisah-kisah di balik benda-benda itu seperti yang dideskripsikan oleh pendonor yang patah hati itu.

Barang-barang yang ada di Museum in meliputi banyak hal, mulai dari lingerie dan mainan hingga surat cinta dan foto-foto. Bahkan juga ada baju pengantin. 

Museum ini awalnya dibuka di Zagreb, Kroasia pada tahun 2006, dan pamerannya telah diadakan di Perancis, Argentina, Afrika Utara, dan Amerika Serikat. Museum Patah Hati ini kini memiliki cabang baru di Los Angeles, Amerika Serikat. 

Untuk masuk ke museum ini, Anda dikenai biaya $18 atau sekitar 154 ribu rupiah untuk melihat-lihat item-item yang ada. 

Bagi mereka yang memiliki kenangan patah hati, museum ini menawarkan untuk menerima barang-barang hadiah dari kekasih yang telah pergi.

"Jika Anda ingin membuang smeua kenangan dengan cara menghapus semua yang membuatmu mengingat pengalaman menyakitkan itu dengan membuangnya, sekarang jangan!" kata website museum itu. "Berikan kepada kami."

Anda sedang patah hati? Ingin mendonasikan?