Cinta Seorang Ayah Ketika Dihadapkan Pada Pilihan Tersulit.

Sebuah video berjudul "Touching Father's Love" sangat menyentuh hati siapapun yang menontonnya. Video ini berkisah tentang dua pilihan yang teramat sangat berat, antara mengorbankan anaknya atau mengorbankan ratusan penumpang kereta api. 

Adalah seorang ayah yang amat sangat mencintai putranya. Ia adalah seorang penjaga jembatan lintasan kereta api. Ia amat bangga mempunya pekerjaanya. Hampir setiap hari putra kesayangannya yang berumur sekitar 7 tahun ditunjukkan tempat ayahnya bekerja. 

Karena setiap hari ditunjukkan tempat ayahnya bekerja sebagai penjaga jembatan gantung rel kereta api, si anak pun aman menyukai kereta. Ia berlarian menyusuri jalur kereta. Ia senang melihat orang-orang yang bepergian menggunakan kereta api.

Ada orang-orang di dalam kereta yang kesepian, ada yang marah, ada yang egois dan penyendiri, ada yang suka berdandan, dan ada juga yang ketagihan. 

Pada satu hari, sebuah kejadian tragis terjadi. Sang ayah yang memiliki tugas menunggu jembatan kereta api dan mengangkat tuas pengangkat jembatan ketika akan ada kapal hendal lewat, ia pun segera angkat. Dan jembatan pun terangkat. 

Namun, di ujung sana, kereta api meluncur dengan kencang menuju ke arah jembatan. 

Si anak yang melihat ada kereta meluncur, ia pun segera berlari menuju ke pengungkit manual di jembatan, agar jembatan kembali utuh dan bisa dilewati kereta api, sehingga seluruh penumpang akan selamat. 

Sang ayah melihat dari kejauhan kereta sedang meluncur. Di sisi lain, ia pun melihat anaknya sedang berusaha menarik tuas manual penutup jembatan. Dan ternyata masuk ke dalam bagian jembatan.

Sang ayah segera berlari untuk berteriak agar anak keluar untuk segera menolong sang anak. 

Namun, ia dihadapkan pada dua pilihan yang sulit terbayangkan. Membiarkan semua orang yang ada di kereta tewas atau menarik tuasnya, resikonya anaknya tergenjet sambungan jembatan dan meninggal. Pilihan yang teramat sangat sulit. Membiarkan banyak orang mati, atau merelakan orang yang paling dicintainya mati demi menyelamatkan orang banyak. 

Dan dengan teramat sangat berat, ia putuskan untuk menarik tuas dan membiarkan kereta lewat dan ratusan penumpang kereta lewat.

Terluka. Amat sangat terluka. Resiko teramat sangat berat ia ambil, menarik tuas demi menyelamatkan ratusan nyawa, namun anak tercintanya mati tergencet jembatan. 

Pedih teramat sangat. Menangis sejadi-jadinya.

Menyelamatkan semua penumpang kereta dengan mengorbankan orang yang paling dicintai dalam hidup.

Namun, pengorbanan itu membawa jaminan dan harapan masa depan. Ada jiwa-jiwa lain yang masa depannya terselamatkan. Ada anak-anak yang paling dicintai lainnya yang terselamatkan. Ada senyum-senyum masa depan yang terpampang manis.