Shawshank Redemption: Sibuk untuk Bertahan Hidup atau Sibuk untuk Sekarat?

Pernah menonton film "Shawsank Redemption"? Shawshank Redemption adalah sebuah film yang sangat inspiratif. Hampir di sepanjang film ini, Anda akan menemukan inspirasi untuk berjuang, inspirasi untuk yakin, inspirasi untuk berani, inspirasi untuk berani bermimpi.

Maret 2010 pertama aku menonton film ini di sebuah stasiun televisi swasta nasional. Kupikir film drama biasa, namun setelah diikuti, sangat-sangat menarik. Dan dari film ini muncul dan tumbuh keberanian untuk mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh tokoh film ini, Andy Dufrense. 

Andy adalah seorang bankir cerdas. Ia memiliki istri yang sangat cantik. Sangat ia mencintai pada istrinya itu. Namun, cinta yang begitu besar dari Andy dibalas oleh istrinya dengan perselingkuhannya dengan seorang pelatih golf.

Kecintaan Andy Dufrense pada istrinya ia ungkapkan pada Red -- kawan baiknya di penjara, "Dia sangat cantik, dan aku sangat mencintainya. Hanya aku tidak tahu bagaimana caranya menunjukkan cintaku padanya."


Galau, kalau jaman sekarang. Andy kemudian datang ke bar, mabuk. Ia bawa pistol, dan hendak dibunuh istri dan selingkuhannya itu. Dan keesokan harinya istri dan selingkuhannya telah mati dalam kondisi berpelukan.

Setelah melalui penyelidikan panjang, akhirnya Andy ditangkap dan dijadikan tersangka, karena terbukti bahwa peluru yang ditemukan di TKP adalah peluru kaliber yang sama dengan yang dipakai oleh Andy, juga ditemukan sidik jari Andy. Kendatipun Andy beralibi dan mencoba meyakinkan pengadilan bahwa dia bukan pembunuhnya, namun bukti mengarah padanya. 

Akhirnya Andy dibawa ke penjara Shawshank, sebuah penjara. Ia divonis dengan penjara dua kali seumur hidup. Seumur hidup pertama untuk pembunuhan atas istrinya dan dan seumur hidup berikutnya untuk selingkuhannya. 

Penjara adalah satu tempat yang sangat tidak nyaman. Dipastikan dua tahun pertama, Anda akan selalu bermimpi buruk, karena gangguan napi-napi lama lainnya, tidak terkecuali Andy.

Dengan banyak cara akhirnya Andy selamat. Dan dalam penjara itu pula dengan kecerdasannya Andy mendapatkan pekerjaan yang lumayan enak, menjadi bankir bagi kepala sipir penjara. 

Sejak awal pertama masuk penjara, Andy memiliki kawan baik, Ellys Boyd Redding, yang biasa dipanggil Red. Red ini sangat mahir dalam mensuplai barang apa saja yang dibutuhkan oleh penghuni penjara, termasuk Andy. Andy memesan martil dan poster cewek cantik. Poster digunakan untuk dipasang di dinding, dan martil digunakan untuk membuat catur dari batu. 

Namun, ternyata tak ada satupun yang tahu bahwa Andy sebenarnya memiliki harapan. Dengan martil itu, ternyata Andy setiap malam membuat terowongan dari dalam penjara menuju ke saluran septik tank, sepanjang 500 meter. 

19 tahun berlalu. Andy yang dipercayai sebagai bankir bagi kepala sipir penjara, dan di malam terakhir, seperti biasa kepala sipir penjara sebelum pulang selalu menunggu Andy selesai mengerjakan pekerjaannya (mengakali pajak), dan buku catatan serta dokumen-dokumen yang sesuai diberikan pada sipir penjara kemudian dimasukkan ke dalam loker. Namun malam itu, buku itu sudadh ditukar dengan kitab injil, yang bentuknya mirip dengan buku catatan. 

Malam itu, Andy yang sebelumnya sudah memesan tali juga plastik, akhirnya menerobos terowongan yang sudah dibuatnya. Malam itu hujan sangat lebat. Dan Andy berhasil keluar setelah melewati terowongan yang pas badannya serta memukul-memukul saluran septic tank dan melewati satu-satunya jalan keluar itu. 

Bebas. Ya, And berhasil kabur dengan membawa dokumen ratusan ribu dollar. Akan tetapi, sebelum sempat kabur, beberapa waktu sebelumnya, Andy berpesan pada Red bahwa nanti kalau bebas, datang ke satu tempat, cari ada batu kaca yang ada di bawah pohon oak. Ada sesuatu di dalamnya, buka dan itu untuk Red. 

Andy pernah berkata pada Red, "Get busy living or get busy dying?" (Bersibuk-sibuk ria untuk hidup atau bersibuk-sibuk ria untuk menunggu sekarat?)

Andy pun bebas, menuju ke sebuah pulau di tengah Samudera Pasifik di Meksiko. 

Selang beberapa waktu kemudian, Red pun bebas. Ia ingat pesan Andy dan dicarinya lokasi yang ia tunjukkan.

Begitu ketemu, dibuka kotak di bawah batu. Di dalamnya ada tulisan tangan Andy, "Harapan adalah satu hal yang baik, dan mungkin yang terbaik dari semuanya. Dan tak ada hal baik yang akan mati."



Dan setelah dibaca semuanya, akhirnya Red tahu apa yang pernah dikatakan oleh Andy: Tentang harapan, tentang impian, tentang kesibukan untuk hidup. Red diminta menyusul ke pulau di mana Andy berada. 

Red pun berkata, "Get busy living or get busy dying? That's goddamn right!"

Apakah kita mau terus bersibuk-sibuk ria untuk bertahan hidup dan mencoba penghidupan yang lebih baik, ataukah bersibuk-sibuk ria untuk menunggu sekarat dengan tidak mau berupaya, tidak mau bermimpi, takut untuk bermimpi? Begitulah kira-kira pesan film yang diangkat dari kisah nyata ini. 

It's a matter of choice of living our life. 

Hope is a good thing, may be the best of things. Now good thing ever dies!

Dan Maret 2010 itu aku memutuskan untuk bersibuk-sibuk untuk bertahan hidup dan mencoba hidup yang lebih baik, dan kumulai sejak 1 Juli 2010. Keluar dari Penjara Km. 15 dengan banyak ketidakpastian yang akan aku hadapi. And now I am happy to live my own life. Let's dare to live our life!