Hidupku, Engkau Telah Mengubahnya dan Hatiku, Engkau Telah Mendapatkannya

Lika-liku dari kehidupan memang tidak bisa diprediksi. Lima tahun lalu aku begitu gelap, tak ada lagi yang aku inginkan. Entahlah. Itu masa laluku. Aku begitu terluka, terhenyak oleh pengkhianatan yang membuatku terpuruk ke dalam jurang terdalam.

Waktu terus berputar, menggelincir begitu cepat, butuh waktu bertahun-tahun aku untuk dapat hidup tentram, untuk dapat tidur nyenyak, untuk makan enak. Bertahun-tahun, aku harus merasa sangat lelah dan tak dapat terlelap tidur hanya karena aku selalu memimpikan pengkhiatan dan maling pengkhianat itu. Setiap kali aku terlelap, mimpi itu datang, dan aku akhirnya pun terjaga. Aku lelah, aku capek dengan semuanya.

Aku mencoba mengenal gadis atau wanita yang dapat membuat jantungku berdegub. Beberapa wanita pernah hadir dalam hidupku setelahnya, namun hambar, hampa. Ada sedikit perilakunya yang mengingatkan pada wanita yang mengkianatiku, aku menjadi illfeel. Rasanya dunia ini tidak adil. 

Aku putuskan untuk sendiri. Benar-benar sendiri. Fokus pada masa depan putra tercintaku. 


Hingga, entahlah, aku sendiri tidak tahu. Akhir Desember 2014 lalu, tiba-tiba ada satu invitation di BBM-ku. Seperti biasa, aku yakin dia adalah salah satu agen asuransi, sebab aku sangat jarang membagi PIN BBM-ku kecuali di blogku yang membahas seputar asuransi. 

Dua hari berlalu. Aku lihat DP-nya berubah. Kemudian iseng aku tanya, "FSC Pru?"

Dan dia pun balik bertanya,, "????"

"Oh berarti bukan," balasku singkat. 

"Aku ngarang PIN saja," jawabku.

Lalu sedikit perdebatan, dan akhirnya dia berkata, "Kalau gak mau berteman ya sudah, aku delcon saja."

"Jangan... masa gak mau berteman dengan cewek secantik Neng Rahma," kataku.

Hari pun berganti. 

Pertengahan Januari 2015, aku datang ke Kementrian Kominfo Jakarta. Aku foto ruangan lantai 7, aku jadikan DP.

Gadis itu pun BBM, "Lagi uji nyali ya mas?"

Tadinya, yang aku pikir iseng-iseng saja, aku balas, dan aku ceritakan apa tujuanku ke gedung Kominfo itu. 

Entahlah. Semenjak itu intens komunikasi. Aku gombal-gombali, dan lama-lama tumbuh benih-benih yang aku merasa indah ketika mendapatkan pesan suara ataupun tulisan darinya. Aku jatuh cinta.

Proses yang amat singkat. 28 Januari 2015, akhirnya pertama kali dia berkata, "I love you," setelah berkali-kali aku katakan "I love  you" padanya. 

Langitku cerah. Di depanku jalan begitu terang. Semuanya menjadi indah. Indah sekali.

Nunik Nurliya Rahma, aku tak dapat merangkai kata cukup indah untuk mengucapkan terima kasihku kepadamu.

Kini, hidupku, engkau telah mengubahnya, dan hatiku, engkau telah milikinya. Engkau telah bangun taman indah di dalam hatiku yang dulu belukar, debu, dan bebatuan usang.

I LOVE YOU

----------------

Sebelum kehadiranmu, Cinta, hidupku seperti malam tanpa bulan. Sangat gelap meski ada bintang-bintang, titik-titik cahaya, dan alasan. Lalu kau tembak langitku bak sebuah meteor. Tiba-tiba semuanya terang benderang: ada kecemerlangan, ada keindahan. Ketika kau pergi, ketika meteor telah jatuh di ufuk sana, semuanya kembali gelap. Tak ada yang pernah berubah, namun mataku terbutakan oleh cahaya. Aku tak dapat melihat bintang-bintang lagi. Dan tidak ada lagi alasan, alasan untuk apapun.