Demam Batu Akik Pun Melanda Orang Gila

Baik di display picture (DP) BBM, upload di Facebook, atau di mana pun, demam batu akik benar-benar melanda warga negara Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Awalnya saya terheran-heran ketika nongkrong bersama teman-teman, yang dibahas adalah batu akik. Apa hebatnya batu akik, apakah ada jimatnya, atau apa? Ternyata bukan itu. Ternyata memang lagi trend batu akik. Harga batu akik pun melambung hingga jutaan bahkan milyaran rupiah. 

Sumber: detiktravel.com

Tren batu akik ini seperti halnya ikan lohan dan bunga anthurium tahun 2000an lalu. Hampir semua orang dari anak-anak sampai tua renta pun ikut dalam euforia demam ini. Trend tetaplah trend dan ada masanya nanti akan turun juga. Tetapi, ada yang unik dari demam batu akik ini, demam batu akik ini pun melanda orang gila.

Cerita beberapa waktu lalu, setelah saya pulang dari ngajar di sebuah SMK swasta di Bogor Barat. Karena lapar, saya dan wakil kepala sekolah yang kebetulan berboncengan dengan saya, mampir ke warung untuk makan mie ayam di pinggir jalan.

Tiba-tiba ada ibu-ibu dengan tingkah pola seperti ini anak kecil berkata dalam bahasa Sunda, "Pang meulikeun cincin nu koneng tea." (Tolong belikan cincin yang berwarna kuning itu - terjemah).

Saya pun menjawab, "Batu cincin nu mana, meuli di mana?"

"Nu eta, di dinya. Pang meulikeun nu koneng tea," rengeknya.

Anak pemilik warung menjawab dalamm bahasa Sunda bahwa tokonya sudah tutup. Namun nenek itu tetap merengek. 

Dan ketika saya tanya sama si anak, siapa ibu-ibu itu. Dia bilang bahwa ibu-ibu itu orang gila dari kampung sebelah. Memang di situ hampir semua orang demam batu akik, tua muda, laki-laki perempuan.

Begitu dashsyatnya pengaruh batu akik ini, sehingga orang gila pun ikut demam batu akik. Namun, saya sendiri tetap terheran-heran, mengapa orang rela mengeluarkan jutaan rupiah hanya untuk membeli batu akik, karena mengikuti trend?

Entahlah. 

Namun, satu ketika saya bertemu kawan di Depok. Dia bercerita bahwa kawannya yang ada di Jatibening, Bekasi, bisa mendapatkan untung hingga 3 juta rupiah sehari hanya dengan menjual batu akik secara online. 

Kawan saya ini berkata bahwa bahan batu akik dibeli di Jatinegara, pasar bahan batu akik terbesar ada di situ katanya. Orang membeli bahan batu akik di situ, lalu dipecah-pecah dan dikilapkan, entah dengan penggosokan atau dengan zat kimia apa, saya juga belum tahu. 

Paling tidak ada 5 jenis batu akik yang paling dicari seperti diulas oleh Merdeka.com.

1. Batu Bacan Hijau

Batu bacan hijau adalah jenis batu akik yang paling banyak dicari karena keunikannya. Keunikan dari batu bacan hijau adalah semakin lama dipakai semakin terlihat indah. Sebagian orang mengatakan bahwa batu bacan hijau ini semakin lama dipakai warnanya akan berubah menjadi kristal.

Yang paling mengejutkan adalah harganya. Untuk ukuran kecil harga batu bacan hijau yang bisa mencapai hingga Rp. 10 juta rupiah dan yang ukuran besar hingga Rp. 15 juta rupiah.


2. Batu Akik Lavender

Keunikan dari batu akik lavender ini adalah warnanya yang indah keunguan. Kendatipun banyak ragam jenisnya, namun batu akik lavender ini menjadi primadona bagi para penggemar batu akik tanah air. Di sisi lain, batu akik lavender tergolong sangat murah, yakni di kisaran harga Rp. 100 per bijinya.



3. Batu Akik Anggur

Batu akik anggur ini cukup murah harganya, yakni kisaran Rp. 50 ribu sampai Rp. 100 ribu, namun tetap menampilkan warna yang memukau dan indah. Sehingga batu akik anggur ini pun menjadi salah satu batu akik yang paling diburu.




















4. Ruby

Ruby adalah salah satu batu akik paling dicari yang alasannya lebih karena gengsi dan style penggunanya. Karena kemewahan inilah, batu akik ruby paling dicari, selain harganya miring. Batu akik ruby yang paling banyak dicari adalah batu aki ruby Sri Lanka. Harga yagn ditawarkan bukan per biji, tapi per karat, dengan harga kisaran Rp. 50 ribu per karat untuk batu akik ruby.



Apakah teman-teman juga termasuk pemburu batu akik sebagai bagian dari efuoria demam batu akik? Selamat berburu ya.