5 Cara Menyembuhkan Luka Hati

Ketika kita terluka, terasa sangat sulit untuk sembuh, dan meskipun banyak orang yang menunjukkan cara menyembuhkan luka hati itu, tetapi tetap saja akan merasa kesulitan sembuh dari luka itu. Kita semua memang pernah terluka, namun apa yang kita lakukan dengan luka itu sendiri jauh lebih penting daripada lukanya sendiri. Apakah Anda akan lebih memilih untuk kembali menjadi orang yang aktif menghidupkan kehidupan Anda ataukah memilih menjadi orang yang terus menerus hidup di masa lalu dan menghidupkan sesuatu yang tidak bisa diubah itu?

Memang menyalahkan orang lain itu adalah hal yang paling sering yang kita lakukan. Seseorang telah melakukan kesalahan pada kita, kita ingin dia meminta maaf pada kita, dan kita ingin mereka mengakui kalau mereka salah. Orang yang tetap menyimpan rasa sakit masa lalu akan tetap menderita dan terus tersakiti. Bahkan orang orang tersebut bisa terjebak dalam rasa sakit, luka, dan kesalahan ini.

Satu-satunya cara menerima kebahagian dan kegembiraan baru ke dalam kehidupan Anda adalah cara untuk move on dari luka masa lalu. Jika hati Anda sudah terpenuhi oleh luka dan sakit hati, bagaimana Anda bisa terbuka dengan sesuatu yang baru?

Berikut 5 cara untuk menyembuhkan luka masa lalu, menurut Dr. John Grohol, CEO Pysch Central, Amerika Serikat.

1. Ambil keputusan untuk melupakan  

Semua hal tidak hilang dengan sendirinya. Anda harus berkomitmen untuk "membiarkannya pergi." Jika Anda tidak secara sadar mengambil pilihan ini, Anda akan tetap terjebak pada luka masa lalu dan akan merasa kesulitan untuk menatap masa depan dan move on.

Mengambil keputusan membiarknya pergi juga berarti menerima semua pilihan Anda untuk membiarkannya pergi. Berhentilah mengingat luka masa lalu, berhentilah menjelaskan secara rinci kisah Anda setiap kali Anda ingin bercerita pada orang lain.

2. Ekspresikan luka hati Anda dan tanggangung jawab Anda

Ekspresikan sakit dari luka yang Anda rasakan, apakah langsung ke orang lain, atau melalui sesuatu yang bisa Anda curhat (seperti teman, atau menulis di diary, atau menulis surat dan kirimkan ke orang lain). Dengan melakukan seperti ini akan membantu mengerti apa rasa lukamu itu.

Kita tidak hidup di dunia hitam dan putih, meskipun kadang terasa dunia hitam putih ini seperti yang kita jalani. Ketika Anda mungkin belum memikul tanggung jawab atas luka yang Anda alami, mungkin ada bagian luka yang Anda sebenarnya bertanggung jawab atasnya. Apa yang dapat Anda lakukan nanti? Apakah Anda sebagai peserta aktif dalam hidup Anda sendiri, atau hanya korban tanpa daya? Apakah Anda akan mengizinkan rasa sakit itu menjadi identitas Anda? Atau apakah Anda seseorang yang lebih dalam dalam dan lebih kompleks dari semua itu?

3. Berhentilah menjadi korban dan menyalahkan orang lain

Menjadi korban terasa nyaman. Rasa itu seperti sebuah tim yang menang melawan dunia. Tetapi apa coba? Dunia ini sebenarnya tidak peduli, sehingga Anda perlu mengatasi sendiri, berhentilah meratap menjadi korban dan berhentilah menyalahkan orang lain. Anda begitu spesial. Ya, perasaan Anda begitu berharga, tetapi jangan terkacaukan oleh "perasaan Anda begitu berharga" dengan "perasaan Anda seharusnya mengalahkan yang lain, dan tidak ada hal lain yang berharga." Perasaan Anda hanyalah salah satu bagian besar yang disebut kehidupan, yang begitu kompleks dan beragam.

Pada setiap saat Anda berhak atas pilihan untuk terus merasa sedih atas tindakan orang lain atau memulai merasa hidup ini indah. Anda perlu mengambil tanggung jawab untuk kebahagiaan Anda sendiri, dan jangan memberikan kekuasaan pada tangan orang lain. Mengapa Anda membiarkan orang yang menyakiti Anda - di masa lalu - memiliki kekuasaan atas hiup Anda sendiri sekarang ini?

4. Fokus pada pasa sekarang, saat ini dan nikmatilah

Kini saatnya membiarkan pergi. Membiarkan pergi masa lalu, berhenti mengungkit-ungkitnya. Berhentilah memberitahu diri Anda sendiri bahwa kisah di mana sang protagonis, yaitu Anda, sebagai korban abadi dari tindakan yang menyakitkan dari orang lain. Anda tidak bisa mengulang masa lalu, yang bisa Anda lakukan adalah membuat hari ini hari paling indah dalam hidup Anda. 

Jika Anda fokus pada hari ini dan sekarang, Anda akan memiliki sedikit waktu untuk memikirkan masa lalu. Ketika kenangan masa lalu menghinggapi memori Anda, sadarilah bahwa itu hanya sementara. Sebagian orang merasa lebih mudah untuk melakukannya, seperti mengatakan pada diri Anda sendiri, "Semua baik-baik saja. Itu masa lalu, dan kini aku fokus pada kebahagiaanku sendiri dan melakukan sesuatu untuk masa depanku."

Ingat, jika kita menyibukkan otak kita dan kehidupan kita dengan perasaan terluka, maka kita hanya akan memiliki ruang yang sangat sempit untuk berpikir positif. Dengan begini, itu berarti pilihan Anda untuk terus merasa terluka, bukannya menyambut hadirnya kebahagiaan yang hilang kembali ke kehidupan Anda. 

5. Maafkan mereka dan tentu diri Anda sendiri juga 

Kita mungkin tidak harus melupakan perilaku buruk orang lain, tetapi kasat matanya semua orang berhak untuk kita maafkan. Kadang kita terjebak dalam luka hati dan keras kepala kita, bahkan kita tidak bisa membayangkan untuk memaafkan. Tetapi memaafkan bukan berarti berkata, "Aku setuju dengan apa yang Anda lakukan," namun berkata, "Aku tidak setuju dengan apa yang kau lakukan, tetapi aku memaafkanmu."

Memberi maaf bukanlah tanda kalau Anda lemah, namun sebenarnya adalah berkata, "Aku orang baik. Kau orang baik. Kau telah berbuat yang melukaiku. Tetapi aku ingin melangkah maju dalam hidupku dan menyambut kebahagiaan itu kembali padaku. Aku tidak bisa sepenuhnya melakukan itu semua hingga aku membiarkan luka itu pergi."

Memberi maaf pada dasarnya adalah memberikan sesuatu pergi. Memberi maaf juga salah satu cara menunjukkan empati pada orang lain, dan mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang mereka. 

Dan memaaafkan diri Anda sendiri juga merupakan bagian penting dalam tahapan ini, karena kadang kita menyalahkan diri kita sendiri untuk situasi itu atau karena luka hati itu. Memang ketika kita telah memainkan peran untuk terluka, tidak ada alasan bagi Anda menyalahkan diri sendiri dan meratapi kebodohan Anda sendiri. Jika Anda tidak bisa memaafkan diri Anda sendiri bagaimana Anda akan bisa hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan masa depan?

-------------
Jadi, mari lakukan hal besar. Biarkan luka itu pergi. Lakukan sesuatu yang berbeda hari ini dan sambut kebahagiaan datang kembali menghampiri kita.