BBM Naik Tinggi, Susu Tak Terbeli

Baru dalam sejarah Republik Indonesia, tanggal 18 November 2014 harga BBM naik 30% - 36%, di saat harga minyak dunia turun. Entahlah, kadang alasan pemerintah sulit diterima oleh rakyat. 

Rejeki pribadi tidak tergantung pada BBM, mungkin iya. Tetapi secara kumulatif dampak dan efek domino dari kenaikan harga BBM yang sebagian orang menganggap tidak rasional ini, sangatlah besar. 

Haruskah yang tadinya hanya minum susu sachetan kemudian bergantin minum tajin? Haruskah yang tadinya minum tajin terus minum air comberan?

Jadi ingat lagunya Bang Iwan Fals, "Galang Rambu Anarki"

Galang Rambu Anarki anakku
Lahir awal Januari
Menjelang pemilu

Galang Rambu Anarki dengarlah
Terompet tahun baru
Menyambutmu

Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM membumbung tinggi

Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi

Galang Rambu Anarki anakku

Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu

Galang Rambu Anarki dengarlah
Terompet tahun baru
Menyambutmu

Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM melambung tinggi

Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Anak kami kurang gizi

Galang Rambu Anarki anakku

Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu

Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Hantamlah sombongnya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu