William James Sidis: Manusia Paling Jenius di Muka Bumi

William James Sidis (1 April 1989 - 17 Juli 1944) dianggap sebagai manusia paling jenius yang pernah menghuni muka bumi. IQ yang dimilikinya adalah antara 250-300. Ia adalah anak dari Boris Sidis, yang merupakan orang Yahudi Ukraina. Karena kemelut politik saat itu, mereka memutuskan pindah ke Amerika Serikat. 

Sidis memiliki kecerdasan jauh di atas rata-rata manusia normal pada umumnya. 

Berikut beberapa hal yang menunjukkan bahwa dia memang memiliki kecerdasan di atas normal.
  1. Sidis bisa makan sendiri dengan sendok saat ia berusia 8 bulan.
  2. Di usia 2 tahun, Sidis terbiasa membaca koran New York Times.
  3. Sekolah SD hanya ditempuh dalam jangka waktu 11 bulan.
  4. Ia hanya membutuhkan waktu 5 minggu untuk menyelesaikan sekolah lanjutan.
  5. Di usia 7 tahun dia masuk Harvard University.
  6. Ia mampu menguasai 200 bahasa dunia, dan dalam satu hari ia mampu menguasai 1 bahasa.
  7. Di usia 16 tahun ia sudah lulus jurusan Matematika dan Kedokteran dengan predikat cum laude.
  8. Di Usia 17 tahun ia mengajar tiga mata kuliah, yakni Euclidean Geometry, non-Euclidean Geometry, dan Trigonometry di Rice University. 
  9. Dia menulis textbook Euclidean Geometry dalam bahasa Yunani.

Saat memasuki Hardvard University, dia ditolak karena dianggap terlalu muda dan anak-anak, di usia 7 tahun. Namun saat usia 9 tahun ia diterima di Harvard sebagai anak super berbakat. Kalau di Indonesia, mahasiswa termuda berusia 14 tahun, Arya Bagus Kevin, yang masuk jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Keluar dari mengajar, ia terlibat kriminial sehingga harus masuk bui. Sekeluarnya dari hotel prodeo, Sidis merasa hidupnya dalam bayang-bayang orang tuanya. Artinya ia bisa saja sukses seperti ayahnya, tetapi bukan itu yang diinginan Sidis. Ia ingin menjadi diri sendiri.

Ia pun mengasingkan diri, bekerja sebagai buruh kasar. Tidak ada karya yang berarti dari seorang super jenius Sidis. 

Ia meninggal dunia pada usia 46 tahun di pengasingan dalam kondisi miskin.

Ternyata menjadi orang super jenius, bahkan paling jenius di muka bumi ini, tidak menjadi jaminan untuk sukses ya? Sidis contohnya.