Ternyata Harga Mobil di Indonesia Dua Kali Lipat Dibanding di Amerika

Masyarakat Indonesia, sebagai negara berkembang masih banyak yang miskin ya? Siapa bilang? Itu kan data statistik. Ya meskipun memang kenyataannya banyak juga sih yang hanya bisa makan sehari sekali, tidak punya tempat tinggal, tidak punya pekerjaan tetap, dan menjadi beban orang lain.

Tetapi, di sisi lain di Indonesia juga sangat banyak lho orang kaya. Buktinya? Penjualan kendaraan roda empat di Indonesia termasuk paling subur di Asia, setelah Cina, apalagi sepeda motor. Sepeda motor sudah seperti rempeyek di jalanan setiap hari. Kini orang memiliki sepeda motor bukan lagi dianggap orang kaya di kampung kita, karena bisa jadi setiap rumah memiliki lebih dari satu motor.

Pantas saja ya subsidi BBM kita sangat besar, ratusan triliun setiap tahun. Namun bagaimana kalau dicabut subsidinya? Ah itu mah urusan pemerintah. Tapi kalau pemerintahnya tidak pro rakyat ya akan didemo. 

Ah sudahlah. Biar saja itu nanti diurus oleh mereka yang berdasi.

Saya ingin berbagi info saja ya, bahwa ternyata harga mobil ini sangat mahal di Indonesia dibandingkan di Amerika Serikat sana. Mungkin karena pajak impornya yang sangat tinggi ya? Bisa jadi.

Tetapi kita lihat saja sebagai contoh:

Mobil Honda Civic 2014 di Amerika, berdasarkan The Car Connection.adalah sebesar US$18,390 atau sekitar 216 juta rupiah (asumsi nilai tukar rupiah sama dengan hari ini yakni sekitar Rp. 11.750 per dollarnya. Sementara di Indonesia? Termurah sekitar Rp. 369.500.000,- untuk tipe terendah (tipe 1.8 L manual), sementara dengan tipe sama transmisi otomatis harganya 382,5 juta rupiah, dan Civic 2.0 L transmisi otomatis seharga 441 jua rupiah. (Sumber: Honda Motor Indonesia).


Bagiamana? Jadi lebih murah di Amerika sana kan dibandingkan di Indonesia?

Kalau begitu ayo kita pindah kewarganegaraan Amerika Serikat saja biar bisa beli mobil dengan harga murah?


Tapi kalau saya tetap pilih Indonesia, tetap memilih menjadi warga negara Indonesia, negara yang kaya dan subur, meskipun sekarang ini kekayaannya dikuasai asing. 

No matter what happens, I love Indonesia.