Era Informasi: Siapa yang Menguasai Informasi, Dialah yang Menguasai Dunia

Secara umum ada empat jaman yang telah dilewati manusia: zaman prasejarah, era agraria, era industri dan era informasi. Masing-masing era memempengaruhi gaya hidup dan juga cara mencari sumber penghidupan.

Pertama adalah zaman era prasejarah 

Pada era ini, kehidupan manusia masih dibilang primitif. Mereka tidak mengenal peradaban yang modern. Gaya hidup masih sangat sederhana. Nomaden atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain adalah model kehidupan mereka, meskipun di era ini pun mereka sudah membentuk komunitas atau koloni. 

Di era ini, berpindah-pindah tempat karena dipengaruhi oleh sumber makanan untuk penghidupan mereka. Mereka seringkali membuka lahan pertanian, dan ketika lahan sudah tidak subur lagi, mereka berpindah ke temapt lain. Berburu adalah cara utama mereka untuk mendapatkan makanan. Dan premis di era ini adalah siapa yang paling pintar berburu, maka dialah yang akan memimpin, dialah yang akan menjadi primadona. 

Kedua: era agraria

Era agraria berlaku abad pertengahan (sekitar abad ke 5 sampai abad ke-17). Di era agraria ini kehidupan manusia sudah mulai menetap, tidak lagi nomaden atau berpindah-pindah seperti era prasejarah. Tatanan kehidupan sudah semakin jelas. Pemerintahan di seluruh penjuru dunia sudah mulai ada, dengan berdirinya negara-negara dan kerajaan-kerajaan. 

Gaya hidup di era agraria pola pikir manusia sudah lebih maju. Hal ini dipengaruhi oleh perekonomian yang sudah semakin tertata. Pada era agraria ini premis yang berlaku adalah siapa yang memiliki tanah yang luas, maka dialah yang akan kaya, yang akan sukses. Orang yang memiliki tanah yang luas, dan pada era ini banyak bermunculan tuan tanah, dialah yang akan menjadi panutan masyarakat.

Ketiga: Era industri

Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia.


Pada era ini jenjang pendidikan sudah menjadi hal yang penting. Konsep era agraria di mana orang yang memiliki tanah yang luas dialah yang akan sukses sudah mulai bergeser. Premis yang berlaku adalah bahwa siapa yang memiliki pendidikan yang tinggi, memiliki posisi pekerjaan yang menjanjikan maka dialah yang akan sukses.

Era Industri terus berjalan hingga abad ke-20. Orang-orang mengubah mindset atau pola pikir mereka untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya, agar bisa bekerja di perusahaan yang bonafid, mencapai posisi puncak, mendapatkan penghasilan besar, dan terpandang dalam masyarakat.

Era Informasi

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Mendekati abad ke-21, jaringan internet sudah merambah luas ke seluruh penjuru dunia. Semakin ke sini, koneksi internet makin cepat dan makin murah. Dan inilah dimulainya era informasi.

Di era informasi, gaya hidup atau life style manusia sudah mulai berubah drastis. Sebelumnya, untuk berkomunikasi orang menggunakan kurir dengan mengirimkan surat, kini berubah. Email, telepon, internet dan perangkat-perangkat komunikasi lain menjadi sarana yang cepat untuk komunikasi. Bahkan hingga saat ini, dengan munculnya berbagai jejaring sosial, komunikasi dan informasi begitu sangat cepat. Dunia seolah tidak ada batas ruang dan waktu. Jarak yang jauh menjadi sangat dekat. 

Premis yang berlaku pun ikut berubah. Di era informasi ini premis berlaku bahwa siapa yang menguasai informasi, maka dialah yang akan menguasai dunia. Peradaban berubah begitu cepat. Cara mencari penghidupan pun sangat cepat. Informasi begitu cepatnya didapatkan.

Di era sebelumnya, faktor-faktor penentu kesuksesan seseorang adalah berkaitan dengan kompetensi diri yang bisa dilihat orang, namun di era ini bukan lagi yang dominan, bahkan cenderung berubah. Orang cukup duduk di rumah, di depan komputer, berselancar, ia pun bisa sangat kaya raya.

Internet marketing atau online business kini bisa dikerjakan di dalam rumah. Kantor tidak lagi selalu berada di gedung-gedung. Pekerjaan tidak lagi selalu harus dilakukan di kantor. Di mana pun orang bisa melakukan pekerjaan. 

Website, jejaring sosial, email, messanger adalah contoh-contoh aspek informasi yang telah mengubah cara hidup manusia dalam banyak hal. Jika di era sebelumnya orang bersekolah tinggi untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan layak, berdasi dan berpakaian perlente sebagai suatu prestise dan lambang kesuksesan, kini tidak lagi menjadi hal mutlak sebagai cara meraih kesuksesan. 

Bisnis online atau internet marketing tela menjadikan ribuan bahkan jutaan orang tidak perlu keluar rumah untuk menjadi sukses. Tidak perlu lagi diperlukan sekolah tinggi untuk mendapatkan posisi penting. Cukup belajar informasi, menguasainya, maka ia pun akan sukses.

Siapa yang menguasai informasi, maka dialah yang akan sukses, agaknya sangat pas di era ini. Siapa yang memiliki portal berita, ia bisa mengendalikan dan mempola pikir jutaan orang. Siapa yang memiliki stasiun televisi, ia bisa mengubah cara pandang seseorang. Ia bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap sesuatu yang negatif menjadi positif, dan sebaliknya.

Apa yang harus kita lakukan menghadapi era ini? Apakah kita akan tetap keukeuh dengan pola pikir kita yang seringkali masih terpengaruh era industri? Jika demikian, maka bersiaplah kita akan tenggelam oleh begitu pesatnya informasi.