Sales Magic Dalam Cinta

"Bagaimana menjual apapun, kapan pun, di mana pun, kepada siapapun, bahkan dengan harga barapapun?"

"Dulu di Indonesia ada dua orang yang terkenal bisa berjalan di atas air. Dua orang ini adalah pensiunan yang sangat-sangat kaya. Mereka tinggal di atas bukit, di dekat danau karena mereka hobinya mancing, sedangkan uangnya sudah sangat banyak. Maka mereka pensiun, setiap hari mereka mancing. Mereka mancing selalu di tengah danau supaya dapat ikan yang besar. 

Suatu hari ada temannya dari kota datang meninjau ke temmpat  pensiuan tadi. 

Pensiunan ini ditanya sama temannya, 'Pensiunan, apa yang Anda lakukan setiap hari?'

'Oh setiap hari saya mancing.'

'Boleh gak saya ikut?' 

Dijawab, 'Dengan senang hati. Besok Anda harus bangun pagi, jam 5 pagi.'

Akhirnya mereka bertiga jam lima pagi mereka mancing menuju ke tengah danau. 

Pada waktu mulai mancing... mancing... mancing, ketika jam berlalu, hari mulai siang, pensiunan yang satu tadi ngomong pada temannya 'Teman saya sudah lapar nih.'

Temannya yang pensiunan yang satu menoleh dan menjawab, 'Minggir sendiri dong, memangnya harus diantar?'

Mendadak pensiuanan yang tanya ini menjawab dengan mantap sekali, 'Ok, no problem.'

Langsung dia gulung celana panjangnya. Satu gulung, kedua, kemudian langsung keluar dari perahu, langsung kaki di angkat satu, dan langsung ting .... ting.. ting.... Langsung bisa jalan di atas air ke tepi dan makan di rumah. 

Temannya dari kota, 'Wah... ini bisa gingkang, ini bisa cikung. Wah ini apapun, luar biasa.'

Dan kemudian selesai makan pensiuanan tadi juga langsung jalan lagi di atas air dari pinggir rumahnya dia ke tengah danau di atas kapal. Ting.. ting.. .ting... langsung masuk di atas perahu dan mancing lagi dengan damai dan sejahteranya. 

Kemudian, pensiuan yang satu ketika hari mulai agak siang lagi, gantian lapar. Pensiunan tadi lapar dan ngomong kepada pensiunan yang sudah makan tadi, 'Teman, gantian saya yang lapar nih.' 

Temannya juga ngomong, ,'Lho memangnya harus diantar? Minggir sendiri dong!'

Jawabannya juga sama, 'Ok. No problem'

Lagsung digulung lagi, langsung satu kaki digulung lagi. Kemudian satu kaki diangkat, kemudian keluar dari perahu, langsung ting.. ting.. ting... Pensiunan yang satu ini juga mendadak langsung bisa jalan di atas air. 

Temannya dari kota langsung lihat, 'Wuih.. hebat benar. Temanku ini pensiuan lama tidak turun gunung mendadak bisa jalan di atas air. Jadi dewa nih, jadi sakti nih.' 

Nah kemudian setelah pensiunan kedua selesai makan, langsung sama, jalan di atas air menuju ke atas perahunya. Ting.. ting... ting.. Langsung masuk di atas perahu, dan kemudian mancing lagi dengan damai dan sejahteranya.

Kemudian orang temannya yang dari kota ini mendadak lapar karena lapar... lapar ... lapar akhirnya gak tahan, akhirnya dia ngomong kepada dua pensiunan ini tadi, 'Teman... giliran saya yang lapar nih.'

Begitu kedua temannya baru noleh baru ngomong, 'Eee....' mendadak teman di kotanya ini sok tahu langsung  ngomong, 'Ehhhhh.. Okay ... okay.... saya tahu, saya harus berjalan di atas air sendiri kan?'

'Ya kalau sudah tahu caranya ya sudah jawaban pensiuannya. 

Mereka pensiuannya langsung mancing... mancing.. mancing, kemudian mendadak orangnya yang dari kota ini langsung angkat satu kaki dengan kaki yang menggigil 'Ehehehehhehehehehehhhh..... byur. Hap hap hap" minum air banyak sekali. 

Begitu minum air banyak sekali, temannya yang dari pensiunan tadi langsung mengangkat temannya yang dari kota langsung ditaruh diperahu dan dipompa perutnya dan keluar airnya banyak sekali dan basah kuyup. Begitu bayah kuyup dua dua pensiunan tadi ini saling menoleh, langsung satunya ngomong, 'Ini salah kamu.'

Yang satu ngomong, 'Ini salah kamu'

Akhirnya mereka berdua menghela nafas dan ngomong, 'Heeehhh.. ya kita salah berdua. Kita harus minta maaf kepada teman kita dari kota.' 

Kemudian mereka menoleh kepada temannya yang dari kota tadi yang masih bayah kuyup dengan wajah pucat pasti karena minum air banyak sekali, terus langsung berdua yang pensiunan ngomong begini, 'Maaf teman, seharusnya kami kasih tahu di mana letak batunya.'

Yang terang aja bisa jalan di atas air, kalau ada batunya. Demikian juga kalau kita tahu dari batu-batu penjualan, terjadi penjualan seperti magic. "Tak!" Langsung terjadi penjualan. Sangat-sangat ajaib bagi orang lain yang tidak tahu." --- Tung Desem Waringin "Sales Magic


Ada empat batu penjualan: Building trust, building need, Solution, close the sales and handling objectionsDan ini bisa diterapkan dalam cinta. 

1. Building Trust

Terdari dari 3 kategori besar: Percaya timbul karena reputasi dan referensi, karena adanya keakraban atau kemiripan, karena ada konkruen. 

Seorang penjual yang memiliki reputasi yang baik juga referensi dari orang-orang yang telah menggunakan produk atau jasanya, maka cenderung akan lebih mudah menjual. Orang cenderung akan membeli produk atau jasa yang kita jual jika orang itu telah akrab dengan kita. Orang juga akan membeli produk atau jasa yang kita jual jika kita dalam menjelaskan atau mempresentasikan produk atau jasa dengan konkruen. Konkruen adalah kesungguhan, tidak sepintas lalu. Akan cenderung mudah terjadi penjualan. Bayangkan jika reputasi tidak ada, juga tidak ada yang mereferensikan, kemudian customer tidak kenal kita, tidak akrab, dan menjelaskannya sambil berkata, 'Saya tidak tahu apakah produknya baik atau tidak. Coba saja!' Kira-kira mungkin gak terjadi penjualan?

Sama halnya dengan cinta. Jika kita punya reputasi yang baik, kita dikenal pribadi yang baik, orang-orang yang olah orang yang kita incar juga mereferensikan kita sebagai pribadi yang baik, kita juga sudah kenal dan akrab, juga menyatakan cinta dengan penuh kesungguhan dan ketulusan untuk membangun hubungan, maka akan sangat mungkin Anda akan diterima dan terjadi hubungan asmara. Bayangkan jika Anda tidak memiliki reputas yang baik, tukang mabuk, tukang malak, preman, dan teman-teman Anda bilang pada dia tentang perilaku dan kepribadian dan perangai yang buruk, Anda juga tidak akrab dengan dia, juga menyatakan cintanya sambil cengegesan, 'Hehehhehehe... mau gak jadi pacarku?' sembari main-main game misalnya, kira-kira apakah dia akan menerima Anda?

2. Bulding Needs (Membangun Rasa Butuh)

Kita harus membangun bagaimana orang itu mau atau perlu. Kalau dia perlu dia akan take action untuk membeli barang atau jasa dari kita. 

Ada dua kebutuhan manusia yang paling mendasar: Menghindari rasa sakit atau menghindari sengsara dan mendapatkan rasa nikmat. Dalam penjualan, jika dalam advertising atau presentasi kita terhadap produk, jika calon customer tidak take action sekarang juga akan ada sengsaranya, misalnya harganya akan naik, mungkin akan kehabisan stok, mungkin akan ketinggalan zaman dan sebagainya, dan jika calon customer take action sekarang juga makan dia akan mendapatkan kenikmatan, misalnya akan mendapatkan diskon, akan mendapatkan hadiah, akan mendapatkan manfaat terlebih dahulu dan sebagianya. 

Sama halnya dengan cinta. Kita akan bisa mendapatkan cinta dari orang yang kita incar jika bisa memunculkan kebutuhan pada dirinya. Orang pada dasarnya takut sengsara dan senang terhadap kenikmatan. Misal jika kita mengatakan bahwa jika dia mau bersama kita, maka dia akan mendapatkan layanan super dari kita, akan menjadi raja atau ratu dalam hati kita, akan menjadi satu-satunya dalam hati kita, dan jika tidak mau maka akan rugi karena telah mengabaikan orang yang begitu tulus mencintai kita. Kira-kira mungkinkah dia menerima? Bandingkan dengan ini: Kita terus memaksa dia untuk menerima kita, bahkan dengan cara kasar, maka apa yang akan terjadi? Mungkin dia akan berpikir: "Mana mungkin aku akan bahagia bersamanya, wong baru pendekatan saja sudah kasar begini, yang ada saya akan sengsara."

3. Giving Solution/Offerings (Solusi/Penawaran)

Positioning diri: jika seorang penjual hanya sekedar menjual, salesman tanpa dia menguasi produk dan orang akan sulit terjadi penjualan, tetapi jika dia menjadi seorang konsultan yang mengerti tentang orang dan produk atau jasanya akan cenderung lebih mudah menjual. Apalagi jika positioning diri ini sebagai master,, yang memang satu-satunya yang menguasai semuanya, benar-benar paham karakter orang dan produk atau jasa yang kita jual. 

Penawaran ini juga adanya nilai tambah. Jika kita sama-sama menjual sebuah produk yang sama, tetapi kita punya nilai tambah, tentu akan lebih mudah menjual. Misal Sama-sama menjual bakso. Kalau sekedar bilang sama-sama enak, bakso mana pun akan mengatakan enak, tetapi kita beri nilai tambah, misalnya dengan mengatakan bahwa bakso kita menggunakan bumbu dari Amerika. Itu adalah nilai tambah.

Penawaran juga perlu diberikan sensational offer. Jika calon customer membeli dari kita maka akan mendapatkan hadiah, diskon dan sebagainya, maka kemungkinan orang akan membeli kepada kita. 

Garansi juga perlu diberikan. 

Sama halnya dalam cinta. Kalau kita menawarkan cinta kita kepada semua orang, asal-asalan, tidak menguasai apa keinginan orang yang kita tawari cinta kita, tidak diberi nilai tambah jika dia memilih kita, tidak mendapatkan sensasi atau kebanggan jika dia memilih kita? Apa yang akan terjadi? Kalau kita hanya mengandalkan kita tampan, kita cantik, di luar sana banyak orang tampan yang mapan, yang baik hati, yang lembut, yang sholeh, di luar sana banyak cewek cantik yang baik hati, yang lembut, yang penyayang dan sholihah. Garansi jika dia menerima kita maka akan dibelikan rumah misalnya. 

4. Handling Objections (Mengatasi Keberatan)

Gunakan nada rendah, misal "Bapak, saya yakin ini bermanfaat sekali bagi bapak, silahkan tanda tangan di sini." Bandingkan dengan, "Jadi bapak mau gak?"

Berikan dua pilihan jawaban pertanyaan yang jawabannya sama-sama ya, misal, "Jadi mau cash atau kredit Pak?'

Ya kecil baru ya besar, "Misal, silahkan pak coba dulu, gak jadi gak apa-apa." Di sini berarti sudah ada ya jika dia mau mencoba maka ada kemungkinan ya besar.

Keberatan. Biasanya keberatan dalam hal apapun hanya itu-itu saja. Keberatan masalah harganya, mau bertanya dulu pada keluarganya. Catatan pertanyaannya, lalu brainstorming. Ketika berat diharga, sensasionalnya ditambah. Jika masalah pikir-pikir, "Pak silahkan jika bapak pikir-pikir, lebih baik tanda tangan dulu, nanti kalau tidak setuju juga tidak apa-apa." Maka kemungkinan terjadi penjualan. 

Sama halnya dengan cinta. Tanyakan padanya dua pilihan pertanyaan yang mungkin menjawab YA. Misal, "Jadi aku diterima sekarang atau besok?"

Usahakan berkata YA kecil sebelum YA besar. Misal, "Aku dekat dengan kamu saja sudah senang sekali, gak apa-apa gak jadi bagian hidupmu." Itu sudah Ya kecil maka kemungkin Ya besar terjadi.

Keberatan mungkin karena belum siap, mungkin belum ingin, bisa gunakan ini, "Gak apa-apa gak sekarang, tapi izinkan aku membantumu kapan pun kau butuh." Dan sebagainya. 

--------------------------------------------------
Silahkan dicoba ya. Tetapi sekali-kali jangan pernah untuk tujuan menipu. Jika Anda benar-benar tulus mencintanya. Cobalah, tapi kalau hanya untuk main-main saya sangat tidak menyarankan dan tidak bertangung jawab.