Memulai Bisnis Tidak Harus Dengan Modal Besar

Banyak orang beranggapan bahwa memulai bisnis itu harus bermodal besar. Meskipun itu tidak salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Modal besar, atau bahkan sangat besar jika kita memulai bisnis franchise, misal McDonald. Butuh berapa milyar untuk memulainya? Atau skala yang lebih kecil, Kebab Turki Baba Rafi misalnya, butuh berapa puluh juta rupiah untuk memulai? Semua itu memang butuh modal besar ya?

Tetapi tidak semua orang sukses di bisnis memulai bisnisnya dengan uang melimpah. Banyak orang sukses finansial, membangun kerajaan bisnisnya dari nol, dari minus, bahkan di saat tidak tahu lagi apa yang akan dilakukan. 

Mark Zuckerberg, memulai kerajaan bisnisnya, Facebook, dari kamarnya yang kecil, dan hari ini Mark menjadi salah satu milyarder muda di dunia. Bagaimana Steve Jobs memulai bisnisnya, Apple Computer dari garasi? Mereka bermula dengan modal kecil. Memang dibutuhkan tenaga dan waktu ekstra jika dibandingkan dengan mereka yang bermodal besar.

Lalu bagaimana dengan kita yang hidup di zaman yang persaingan lebih sulit dibandingkan dulu?

Tergantung kita, apakah kita ingin instan, ingin cepat, atau ingin benar-benar sukses meskipun butuh perjuangan, butuh pengorbanan waktu dan tenaga ekstra kita.

Perhatikan di bawah ini:
  • Di era prasejarah, siapa yang kuat fisiknya maka dialah yang akan menjadi pemenang, dia yang akan sukses. 
  • Di era agraria, siapa pun dia yang memiliki tanah yang luas maka dialah yang akan sukses.
  • Di era industri, siapapun yang memiliki pendidikan tinggi, maka ia akan dengan mudah mendapatkan posisi penting dan dialah yang akan sukses.
  • Sekarang adalah era informasi. Siapapun yang menguasi informasi, tidak peduli apapun latar belakangnya, maka dialah yang akan sukses.
Di setiap era, memiliki pola dan cara tersendiri untuk sukses. Dan sejak runtuhnya Tembok Berlin tahun 1989, sebagai titik awal dimulainya era informasi. Semenjak itu banyak orang biasa menjadi jutawan bahkan milyader dari internet. Anne Ahira adalah salah satunya. Wanita asal Bandung ini berpenghasilan milyaran per bulan dari bisnisnnya, terlebih lagi semenjak memiliki sekolah online, Asian Brain

Menurut para internet marketer, ada beberapa ide bisnis yang bisa dikatakan nyaris tanpa modal:

1. PPC (pay per click) atau sering disebut juga CPC (cost per click). Di sini kita sebagai publisher (pemilik blog atau website) yang berhak untuk mengajukan diri sebagai afiliate untuk memasang ikan di blog atau website kita. Dan ketika ada visitor kita yang mengeklik iklan kita, maka kita akan dibayar. Salah satu PPC paling terkenal adalah Google AdSense.

2. PPS (pay per sale). Di sini kita mendaftar sebagai afiliate (makelar) untuk menjualkan produk orang lain. Kita akan dibayar ketika ada visitor yang melakukan pembelian melalui link URL kita. Paydotcom adalah contoh dari PPS.

3. PPA (pay per action). Di sini kita mendaftar sebagai afiliate, dan kita mempromosikan link URL kita. Dan setiap kali pengunjung melakukan tindakan seperti yang diminta maka kita akan dibayar. Misalnya saat pengunjung diminta mendownload software dan mencobanya, kita akan dibayar.

4. PPL (pay per lead). Di sini kita mendaftar sebagai afiiate, dan kita promosikan link URL kita. Setiap kali ada pengunjung yang mendaftar, hanya mendaftar dan melengkapi data, maka kita akan dibayar. 

5. Toko online. Kita buka toko secara online. Memang di sini mungkin kita butuh modal karena kita harus ada stock barang, melakukan pengiriman, tetapi jika dikerjakan secara offline dan online tentu hasilnya lebih besar bukan?

6. Dropshipping. Ini bukan konsep baru. Dropshipping adalah menjual produk tetapi kita tidak memiliki stok barang, kita tidak mengurusi pengiriman. Dropshipping berbeda dengan afiliasi atau makelaran. Kita adalah perantara antara pembeli dan supplier. Kita bisa saja membuat toko online, tetapi kita tidak memiliki stok barang. 

Saat ini saya sedang berfokus di dropshipping dengan toko online saya YOS COSMETICS. Modal yang saya keluarkan tidaklah besar. Tidak lebih dari 500 ribu rupiah, termasuk membeli domain dan pesan template, juga pesan fan page.


Jadi kesimpulannya Benarkah memulai bisnis harus dengan modal besar? Itu berlaku bagi investor.