Berani Berhasil Berani Hadapi Resiko

Dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa penuh dengan keseimbangan, ketika ada siang pasti ada malam, ada untung maka ada rugi, ada laki-laki juga ada perempuan, ada keberhasilan juga ada kegagalan. Semuanya berpasang-pasangan. Dan semua ciptaan itu ada dengan penuh tujuan.

Setiap ciptaan pasti ada tujuannya. Batu saja ada tujuan penciptaannya, apalagi manusia. 


"Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali  untuk menyembah kepada-Ku" (QS Ad-Dzariyat: 56)


Itulah tujuan diciptakannya manusia dan jin oleh Allah SWT, Tuhan yang patut disembah. Tuhan menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan menganugerahkan kemampuan yang dimiliki lebih dibanding mahluk-mahluk ciptaan lainnya, agar dengan akal itu manusia bisa berdaya upaya maksimal untuk penyembahannya kepada Allah SWT, berdaya upaya maksimal untuk mencapai kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Orang umumnya akan bahagia manakala hdupnya memiliki tujuan yang jelas, selain tujuan dari penciptaannya itu sendiri. Saat orang memiliki tujuan jelas dan pasti, kemudian mengupayakannya dan berhasil, di situlah kebahagiaan akan datang, apapun itu.

Tetapi, meraih tujuan tidaklah semudah membalikkan tangan. Butuh perjuangan, butuh proses, butuh pengorbanan. Hidup ini penuh dengan resiko.

Mengapa orang berani meresikokan hatinya terluka saat mencintai orang lain? Karena ia memiliki harapan bahwa meskipun berisiko terluka saat cintanya tidak diterima, ia memiliki peluang untuk bahwa ia akan bahagia saat ia diterima cintanya.

Mengapa orang berani meresikokan uangnya hilang saat ia menjalankan usaha? Karena ia yakin bahwa yang ia usahakan memiliki peluang untuk berhasil dalam usahanya.

Mengapa orang berani meresikokan dirinya melakukan perjalanan juah untuk mendapatkan sesuatu? Karena ia yakin dari perjalanannya itu ia berpeluang untuk mendapatkan sesuatu yang ia cari.

Mengapa orang berani meresikokan hidupnya hanya dengan bermalas-malasan? Karena ia yakin bahwa dengan bermalas-malasan ia akan menikmati kehidupannya saat bermalas-malasan itu.

Dan resiko-resiko lain yang jika kita hitung tidak akan pernah bisa kita menghitungnya. Tetapi intinya, apapun tujuan Anda, selain tujuan dari penciptaan manusia oleh Allah SWT tadi, semuanya berisiko.

Mantapkanlah diri Anda saat Anda sudah memiliki tujuan. Karena dalam proses mencapai tujuan itu, resiko berbanding lurus dengan hasil. Siapapun orangnya tidak akan bertangung jawab terhadap diri kita, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Kita sendirilah yang mempertangung jawabkan apapun keputusan kita. 

Jika kita sudah yakin dengan arah tujuan kita, mantapkanlah hati. Be yourself! Jadi diri sendiri. Mungkin terkesan Anda egois dengan keputusan Anda itu, tetapi ingat bahwa pada dasarnya semua orang itu egois, semua orang ingin dihargai dengan apapun pendapatnya, semua orang ingin dihargai dengan apapun keputusannya. 

Marilah kita belajar menjadi pribadi egois yang tegas, tetapi tetap untuk kepentingan diri dan sesama.

Semoga Allah SWT selalu memudahkan jalan kita, semakin menguatkan kita dengan segala beban dan resiko yang kita tanggung. Bukan kita meminta dikurangi beban, tetapi marilah kita meminta untuk dikuatkan, meminta kepada Yang Maha Kuat. Tidak ada daya upaya kecuali atas izin-Nya.

Ada kata-kata terakhir yang sering diucapkan oleh salah satu kawanku dulu, dan itu selalu terngiang-ngiang di telingaku:

"Hidup itu penuh dengan resiko. Hadapi. Tidak berani hadapi resiko, mati saja!"

Berani Hidup, Berani Hadapi Resiko!