Hidup Perlu Perjuangan!


Suatu hari, seorang pria menemukan sebuah kepompong ngengat kaisar. Dia membawanya pulang agar ia bisa melihat ngengat keluar dari kepompong itu. Pada hari yang sudah ditentukan, lubang kecil muncul, ia duduk dan mengamati ngengat itu selama beberapa jam ketika ngengat itu berjuang untuk memaksa tubuhnya keluar melalui lubang kecil itu.

Ngengat itu seperti terjebak dan tampaknya telah berhenti membuat kemajuan. Tampaknya seolah-olah ia sudah berusaha maksimal dan tidak bisa lebih lagi dari itu. Pria itu, dengan kebaikannya, memutuskan untuk membantu ngengat tersebut, maka dia pun mengambil gunting dan memotongnya sedikit yang tersisa dari kepompong. Ngengat kemudian muncul dengan mudah. 

Tapi tubuhnya bengkak dan kecil, sayapnya berkerut dan keriput. Pria itu terus mengamati ngengat itu karena dia berharap bahwa kelak sayapnya akan mekar dan melebar dan mampu menopang tubuhnya dan akhirnya mampu terbang pada waktunya. Namun tidak ada tanda-tanda ke arah yang lebih baik yang tejadi! Bahkan, ngengat kecil itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh kecil itu, bengkak dan sayap keriput. Dia tidak pernah bisa terbang. 

Pria yang baik itu dengan tergesa-gesa tidak mengerti bahwa perjuangan  bagi ngengat tersebut untuk melewati lubang kecil itu   diperlukan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu melumuri  sayapnya sehingga akan siap untuk terbang setelah mencapai terbebas dari kepompong. Kebebasan dan terbang hanya akan datang setelah perjuangan. Dengan melepaskan ngengat dari perjuangan, maka ngengat itu ternyata malah justru tidak sehat selama hidupnya. 

Kadang-kadang perjuangan merupakan sesuatu yang sangat pasti kita butuhkan dalam hidup. Jika kita melewati hidup ini tanpa cobaan, kita akan lumpuh. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita bisa saja. Berikan setiap peluang sebuah  kesempatan, tidak meninggalkan ruang untuk menyesal, dan jangan lupakan adanya kekuatan dalam perjuangan.